‎Warga Sri Purnomo Protes Pembangunan Jalan, Minta Pemkab Lamteng Evaluasi Pekerjaan

Avatar photo

Friday, 28 November 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TENGAH — Warga Kampung Sri Purnomo, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, memprotes buruknya kualitas pekerjaan proyek peningkatan jalan penghubung antar kampung yang ada disana. Selain itu, tidak adanya akses plang informasi kegiatan juga semakin menyulitkan warga untuk mengadukan pelaksana pekerjaan yang dianggap serampangan. Warga mendesak jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan yang di rasa sangat merugikan masyarakat setempat.

‎Dari pantauan kru media ini di lokasi pekerjaan, memang nampak tidak ada informasi soal darimana ataupun nominal dan siapa pelaksana pekerjaan tersebut, yang terlihat hanya hamparan beton tipis yang telah banyak mengalami pengelupasan dan keretakan disana-sini. Terlebih lokasi pekerjaan dilaksanakan pada akses jalan utama warga dalam melakukan aktifitas sehari-hari, sehingga sangat wajar jika mereka mengeluh soal kualitas pembangunan yang dianggap buruk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dari pengakuan warga setempat, mereka juga merasa heran dengan pelaksanaan pembangunan jalan yang terkesan buru-buru dan asal jadi. Terlebih sama sekali tidak ada informasi soal pekerjaan yang dilakukan. “Ya begini hasilnya pak, bisa kita lihat sendiri. Kami juga sempat protes kepada pekerja di lapangan, tetapi mereka mengaku hanya menjalankan perintah dari bos dan tidak tahu apa-apa soal teknis pekerjaan,” ujar salah seorang warga yang mengeluh soal kualitas pembangunan jalan dimaksud.

‎Dari keterangan warga lainnya, diperoleh informasi jika sebelumnya pihak Inspektorat Daerah Lampung Tengah sudah pernah meninjau hasil pembangunan jalan tersebut, saat itu dinyatakan jika terdapat kekuarangan volume pekerjaan yang dilaksanakan. “Kata petugas yang dari Inspektorat ketebalan pengecoran hanya kisaran 10 sentimeter dari yang seharusnya 15 sentimeter. Sebagai warga disini kamu mau pembangunan jalan yang dilakukan itu memiliki kualitas yang bagus supaya bisa awet dan tahan lama, karena entah tahun kapan lagi jalan ini akan diperbaiki,” timpalnya.

‎Atas kejadian tersebut, warga Kampung Sri Purnomo meminta kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk secara aktif meninjau kualitas hasil pembangunan jalan yang ada di kampung mereka, agar jika kurang memadai dapat segera dilakukan perbaikan demi kemaslahatan masyarakat banyak.

‎”Kami minta agar rekanan maupun pigak lainnya yang berkaitan dengan proyek jalan ini bisa bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan yang sudah diperbuat. Jangan sampai anggaran pembangunan yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat malah di Korupsi dengan cara mengurangi bahan atau ketebalan cor. Ini uang rakyat,” tambah warga lain dengan nada kesal.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kampung maupun dinas terkait di Kabupaten Lampung Tengah. Warga berharap transparansi dan pengawasan lebih ketat dilakukan agar pembangunan di desa benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Red)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Saturday, 25 October 2025 - 09:15 WIB

Niat Baik yang Salah Alamat, Stabilitas Kota Bandar Lampung yang Berbau Limbah Lindi

Tuesday, 21 October 2025 - 06:45 WIB

Cara Cek Bansos BLT Oktober 2025 Rp 900 Ribu dan Jadwal Pencairan

Tuesday, 21 October 2025 - 06:32 WIB

Prabowo: Rp 13 Triliun Sitaan Kasus CPO Bisa Renovasi 8.000 Sekolah

Monday, 20 October 2025 - 17:57 WIB

Purbaya Soroti Dana Pemda Rp 234 Triliun Mengendap di Bank, Jakarta Paling Tinggi

Berita Terbaru

BANDARLAMPUNG

Mahasiswa TI Rayakan Hakrab dengan Nuansa Kekeluargaan

Sunday, 16 Nov 2025 - 02:52 WIB