Prabowo: Rp 13 Triliun Sitaan Kasus CPO Bisa Renovasi 8.000 Sekolah

- Editor

Tuesday, 21 October 2025 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya uang pengganti kerugian negara dari kasus korupsi izin ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya yang mencapai Rp 13 triliun. Ia menilai jumlah tersebut cukup besar untuk mendanai berbagai proyek sosial dan pendidikan.

“Rp 13 triliun ini bisa digunakan untuk memperbaiki dan merenovasi lebih dari 8.000 sekolah,” kata Prabowo di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Selain untuk pendidikan, Prabowo menyebut dana sebesar itu juga mampu membangun ratusan kampung nelayan. Menurutnya, pembangunan satu kampung nelayan membutuhkan anggaran sekitar Rp 22 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rencananya sampai akhir 2026, kita akan bangun 1.100 desa nelayan. Dengan Rp 13 triliun ini, kita bisa membangun sekitar 600 kampung nelayan,” ujarnya.

Ia menjelaskan satu kampung nelayan dapat menampung sekitar 2.000 keluarga atau sekitar 5.000 jiwa. Jika target pembangunan 1.000 kampung nelayan tercapai, maka sekitar 5 juta warga Indonesia akan memperoleh tempat tinggal dan penghidupan layak.

Kejagung Sita Rp 13 Triliun dari Kasus Ekspor CPO

Kejaksaan Agung sebelumnya menyita Rp 13 triliun terkait kasus korupsi persetujuan ekspor minyak kelapa sawit periode 2021–2022.

Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Sutikno, menjelaskan penyitaan dilakukan setelah menerima pengembalian kerugian negara dari korporasi tersangka Wilmar Group.

Dana tersebut berasal dari lima anak perusahaan Wilmar, yakni:

  1. PT Multimas Nabati Asahan

  2. PT Multi Nabati Sulawesi

  3. PT Sinar Alam Permai

  4. PT Wilmar Bioenergi Indonesia

  5. PT Wilmar Nabati Indonesia

Penyitaan ini menjadi salah satu pengembalian kerugian negara terbesar dalam kasus korupsi sektor ekspor komoditas. (NdH)

Berita Terkait

Terima BOS Milyaran Rupiah, SMA Negeri 1 Kebun Tebu Masuk Dalam Pusaran Dugaan Korupsi dan Penggunaan Buku LKS 
Apresiasi Kejati Lampung, Ketua DPW PGK Dorong Sinergi Kejari di Seluruh Daerah
Ucapan Hari Pahlawan BPMP PROVINSI Lampung
Niat Baik yang Salah Alamat, Stabilitas Kota Bandar Lampung yang Berbau Limbah Lindi
Cara Cek Bansos BLT Oktober 2025 Rp 900 Ribu dan Jadwal Pencairan
Purbaya Soroti Dana Pemda Rp 234 Triliun Mengendap di Bank, Jakarta Paling Tinggi
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 09:26 WIB

Sekretariat DPRD Bandar Lampung dan Jurus Pengkondisian: Dekat Dapat, Jauh Gigit Jari?”

Saturday, 28 February 2026 - 09:24 WIB

Sekretariat DPRD Bandar Lampung dan Jurus Pengkondisian: Dekat Dapat, Jauh Gigit Jari?”

Friday, 27 February 2026 - 16:18 WIB

Walikota Bandar Lampung Audensi Dengan Kalapas Ike Rahmawati, Bahas Program Warga Binaan

Friday, 27 February 2026 - 13:30 WIB

Safari Ramadhan di Labuhan Ratu, Wali Kota Eva Dwiana Serahkan Bantuan untuk Masjid Al-Ikhlas

Friday, 27 February 2026 - 12:26 WIB

Infrastruktur 2026: Pemerintah Kota Bandar Lampung Perkuat Konektivitas, Bangun 200 Ruas Jalan

Tuesday, 24 February 2026 - 09:24 WIB

Safari Ramadhan 1447 H, Pemkot Bandar Lampung Pererat Silaturahmi Bersama Warga Rajabasa

Tuesday, 24 February 2026 - 09:22 WIB

Langkah Dinkes Memutus Mata Rantai HIV AIDS di Bandar Lampung

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru