Purbaya Soroti Dana Pemda Rp 234 Triliun Mengendap di Bank, Jakarta Paling Tinggi

- Editor

Monday, 20 October 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti masih tingginya dana pemerintah daerah (pemda) yang belum digunakan dan mengendap di perbankan. Per 15 Oktober 2025, Kementerian Keuangan mencatat simpanan pemda di bank mencapai Rp 234 triliun, akumulasi hingga akhir September 2025.

Purbaya menegaskan, besarnya dana menganggur bukan karena kekurangan anggaran, tetapi karena lambatnya realisasi belanja APBD.

“Pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat untuk memastikan uang benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujarnya dalam acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, rendahnya serapan belanja menyebabkan dana pemda terus menumpuk di bank.

“Belanja APBD triwulan III masih melambat. Ini menambah simpanan daerah menganggur hingga Rp 234 triliun. Jadi ini bukan soal uangnya tidak ada, tetapi soal kecepatan eksekusi,” tegasnya.

Dana dari Pusat Sudah Disalurkan

Purbaya menyebut realisasi transfer anggaran ke daerah sepanjang 2025 mencapai Rp 644,9 triliun, lebih tinggi dari periode sebelumnya. Ia meminta pemda segera menggunakan anggaran untuk pembangunan yang produktif.

“Dananya sudah ada. Segera gunakan, jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

15 Pemda dengan Simpanan Tertinggi di Bank

Berdasarkan data Kemenkeu, berikut 15 daerah dengan dana mengendap terbesar:

  1. DKI Jakarta – Rp 14,6 triliun

  2. Jawa Timur – Rp 6,8 triliun

  3. Kota Banjar Baru – Rp 5,1 triliun

  4. Kalimantan Utara – Rp 4,7 triliun

  5. Jawa Barat – Rp 4,1 triliun

  6. Bojonegoro – Rp 3,6 triliun

  7. Kutai Barat – Rp 3,2 triliun

  8. Sumatera Utara – Rp 3,1 triliun

  9. Kepulauan Talaud – Rp 2,6 triliun

  10. Mimika – Rp 2,4 triliun

  11. Badung – Rp 2,2 triliun

  12. Tanah Bumbu – Rp 2,11 triliun

  13. Bangka Belitung – Rp 2,10 triliun

  14. Jawa Tengah – Rp 1,9 triliun

  15. Balangan – Rp 1,8 triliun

Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Data Kemenkeu (akhir September) menunjukkan tren dana mengendap pemda 2021–2025:

  • 2021: Rp 194,1 triliun

  • 2022: Rp 223,8 triliun

  • 2023: Rp 211,7 triliun

  • 2024: Rp 208,6 triliun

  • 2025: Rp 234 triliun (tertinggi dalam lima tahun)

Purbaya menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa percepatan belanja daerah menjadi kunci agar anggaran tidak hanya tersimpan di bank, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat. (NdH)

Berita Terkait

Terima BOS Milyaran Rupiah, SMA Negeri 1 Kebun Tebu Masuk Dalam Pusaran Dugaan Korupsi dan Penggunaan Buku LKS 
Apresiasi Kejati Lampung, Ketua DPW PGK Dorong Sinergi Kejari di Seluruh Daerah
Ucapan Hari Pahlawan BPMP PROVINSI Lampung
Niat Baik yang Salah Alamat, Stabilitas Kota Bandar Lampung yang Berbau Limbah Lindi
Cara Cek Bansos BLT Oktober 2025 Rp 900 Ribu dan Jadwal Pencairan
Prabowo: Rp 13 Triliun Sitaan Kasus CPO Bisa Renovasi 8.000 Sekolah
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 09:26 WIB

Sekretariat DPRD Bandar Lampung dan Jurus Pengkondisian: Dekat Dapat, Jauh Gigit Jari?”

Saturday, 28 February 2026 - 09:24 WIB

Sekretariat DPRD Bandar Lampung dan Jurus Pengkondisian: Dekat Dapat, Jauh Gigit Jari?”

Friday, 27 February 2026 - 16:18 WIB

Walikota Bandar Lampung Audensi Dengan Kalapas Ike Rahmawati, Bahas Program Warga Binaan

Friday, 27 February 2026 - 13:30 WIB

Safari Ramadhan di Labuhan Ratu, Wali Kota Eva Dwiana Serahkan Bantuan untuk Masjid Al-Ikhlas

Friday, 27 February 2026 - 12:26 WIB

Infrastruktur 2026: Pemerintah Kota Bandar Lampung Perkuat Konektivitas, Bangun 200 Ruas Jalan

Tuesday, 24 February 2026 - 09:24 WIB

Safari Ramadhan 1447 H, Pemkot Bandar Lampung Pererat Silaturahmi Bersama Warga Rajabasa

Tuesday, 24 February 2026 - 09:22 WIB

Langkah Dinkes Memutus Mata Rantai HIV AIDS di Bandar Lampung

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru