Korupsi Dana BLUD RSUD AU Lambar Tembus Rp22 Miliar

Avatar photo

- Editor

Wednesday, 4 February 2026 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG BARAT — Sepanjang tahun 2024 Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUD AU) Lampung Barat mengelola dana BLUD sebesar Rp22.686.318.000 yang digunakan untuk membiayai tiga kegiatan utama yaitu belanja pegawai, belanja barang/jasa dan belanja modal. Dibalik besarnya nilai anggaran yang ada itu, juga terdapat celah yang sangat luas untuk membiakan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) didalamnya dengan modus penggelembungan dan tumpang tindih mata anggaran.

Koordinator Jaringan Masyarakat Penggerak (JAMPER) Lampung, Rudolf Haikal Fikri, menyebut jika dari penelusuran yang pihaknya lakukan, diduga celah potensi Korupsi dana BLUD dapat ditilik dari realisasi anggaran dalam program peningkatan pelayanan BLUD yang menelan biaya hingga Rp12.513.928.495 untuk membiayai 30 kegiatan yang ada didalamnya.

Dari ketiga puluh kegiatan tersebut, setidaknya terdapat beberapa mata anggaran yang berpotensi penyalahgunaan seperti kegiatan gaji dan tunjangan pegawai non PNS sebesar Rp1.440.000.000; belanja jasa pelayanan Rp8.917.527.495; biaya sewa mobil dokter spesialis Rp144.000.000; belanja ekstra food pegawai Rp145.010.000; belanja pemeliharaan gedung Rp152.000.000; biaya ATK dan fotocopy sebesar Rp180.000.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari data yang dimiliki pihaknya, Rudolf menyebut jika RSUD AU memiliki 119 pegawai berstatus honorer/TKS dan 79 pegawai berstatus kontrak BLUD dimana selain dari anggaran sebesar Rp1.440.000.000 yang bersumber dari BLUD juga masih terdapat tambahan anggaran yang bersumber dari APBD sebesar Rp3.006.375.000.

“Begitupun dengan kegiatan lainnya yang juga mendapat kucuran anggaran dari APBD sehingga sangat berpotensi tumpang tindih anggaran termasuk soal dugaan penggelembungan anggaran dalam belanja ATK, fotocopy, ekstra food serta sewa mobil dokter spesialis,” ujarnya.

Lebih lanjut Rudolf juga menyoroti soal belanja alat kantor dari dana BLUD sebesar Rp250.000.000 juga anggaran untuk ATK yang terus mendapat kucuran anggaran hingga puluhan juta Rupiah. “Untuk urusan belanja ATK dan fotocopy ini mata anggaran yang ada terus berulang dengan nilai yang cukup besar dimana celah permainan anggaran juga sangat lapang,” urai Rudolf.

Dia juga menyarankan kepada pihak DPRD Lampung Barat untuk dapat mengawasi penggunaan dana BLUD yang dikelola pihak RSUD AU. “Selama ini kucuran dana BLUD di RSUD AU sepertinya luput dari pengawasan sehingga menjadi sangat rawan di manipulasi, sehingga wajar kita minta pihak legislative untuk lebih mengawasi penggunaan anggaran dimaksud untuk mencegah terjadinya kerugian Negara,” tambahnya.

Rudolf juga meminta kepada pihak penegak hukum untuk segera memeriksa realisasi anggaran yang ada di RSUD AU mengingat banyaknya tumpang tindih anggaran yang ada bukan tidak mungkin terjadi potensi korupsi yang sangat besar didalamnya.

Hingga naskah ini dilansir, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar Lampung Barat. (Redaksi)

Berita Terkait

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025
Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam
Mengail Keuntungan di Kolam APBD? Dugaan Penyimpangan Pengadaan Dinas Perikanan Lampung Barat
APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan
Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan
Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?
Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa
Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 09:49 WIB

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025

Wednesday, 15 July 2026 - 11:17 WIB

Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam

Thursday, 2 July 2026 - 11:05 WIB

APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan

Tuesday, 16 June 2026 - 07:34 WIB

Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan

Wednesday, 4 March 2026 - 06:31 WIB

Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?

Friday, 20 February 2026 - 03:44 WIB

Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa

Wednesday, 18 February 2026 - 04:58 WIB

Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru