Fee Proyek 20% Dinas PSDA Lampung, Sebabkan Bobroknya Pembangunan Bronjong 15,6 Miliar?

Avatar photo

- Editor

Wednesday, 29 July 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS — Harapan warga Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus untuk terbebas dari ancaman erosi sungai dan luapan banjir tampaknya harus ternodai. Proyek perkuatan tebing sungai yang menelan anggaran fantastis senilai total Rp15,6 miliar dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Tahun Anggaran (TA) 2025 disinyalir sarat akan penyimpangan, baik secara fisik bangunan maupun tata kelola anggaran.

Investasi besar negara yang dialokasikan pada tiga titik—yakni Way Paku I (Rp5,7 M), Way Paku II (Rp6,9 M), dan Pekon Napal (Rp3 M)—ditengarai tidak sebanding dengan kualitas di lapangan.

Sayangnya, besarnya anggaran tersebut diduga tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan di lapangan. Infrastruktur yang digadang-gadang mampu melindungi pemukiman dan lahan pertanian warga dari ancaman banjir terindikasi dikerjakan secara asal-asalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan langsung tim investigasi di lokasi proyek, kondisi infrastruktur penahan tebing tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi rusak total sebelum waktunya.

Beberapa temuan krusial di lapangan, Material kawat pengikat yang digunakan terbukti rapuh, tampak berkarat, dan beberapa bagian sudah terputus. Akibatnya, susunan batu di dalamnya tidak lagi terikat dengan kuat. Putusnya kawat pengikat menyebabkan struktur batu bronjong berhamburan ke badan sungai saat diterjang arus air biasa.Ditemukan penggunaan jenis batu bulat (batu kali) secara masif yang tidak memiliki daya cengkeram kuat, alih-alih menggunakan batu belah keras sesuai standar teknis konstruksi perkuatan tebing.

Keadaan ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat setempat. Saat debit air sungai meningkat di musim penghujan, bangunan bronjong yang sejatinya berfungsi sebagai pelindung justru dikhawatirkan tergerus total dan membahayakan kawasan di sekitarnya.

Di balik buruknya mutu pekerjaan fisik di lapangan, menguat indikasi adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang terstruktur. Muncul dugaan kuat adanya praktik pemotongan anggaran berupa “setoran/fee proyek” sebesar 20% dari total nilai kontrak yang dikordinir oleh oknum di lingkup Dinas PSDA Provinsi Lampung.

Praktik pengkondisian anggaran di awal ini disinyalir menjadi pemicu utama kontraktor pelaksana melakukan efisiensi ekstrem dengan cara mengurangi mutu kualitatif material di lapangan.

“Jika anggaran proyek sudah dipotong di awal hingga 20 persen, sangat wajar jika hasil pekerjaan fisik di lapangan jadi asal-asalan. Kontraktor tentu menekan kualitas material demi mengejar keuntungan. Pada akhirnya, yang dirugikan jelas masyarakat karena bangunan penahan banjir ini jadi rapuh dan tidak tahan lama,” ujar seorang sumber.

Upaya konfirmasi dan klarifikasi terkait temuan fisik serta dugaan aliran fee proyek telah dilayangkan ke Dinas PSDA Provinsi Lampung. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak dinas memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi. Sikap tersebut memunculkan tanda tanya publik mengenai komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek yang menggunakan anggaran negara.(Red)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Proyek Perkuatan Tebing Sungai di Klumbayan Tanggamus Senilai Rp15,6 Miliar
GRAK: Klarifikasi RSUD Batin Mangunang Hanyalah Rekayasa Kata! Upaya Tutupi Kekacauan Anggaran & Penyimpangan!
Dugaan Korupsi Dana BOS Mengintai SMA Negeri 1 Air Naningan, Anggaran Ratusan Juta Dipertanyakan
Korupsi Dana Operasional MIN 1 Tanggamus Capai Ratusan Juta Rupiah
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 09:49 WIB

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025

Wednesday, 15 July 2026 - 11:17 WIB

Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam

Thursday, 2 July 2026 - 11:05 WIB

APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan

Tuesday, 16 June 2026 - 07:34 WIB

Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan

Wednesday, 4 March 2026 - 06:31 WIB

Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?

Friday, 20 February 2026 - 03:44 WIB

Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa

Wednesday, 18 February 2026 - 04:58 WIB

Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru