Dugaan Korupsi Proyek Perkuatan Tebing Sungai di Klumbayan Tanggamus Senilai Rp15,6 Miliar

Avatar photo

- Editor

Friday, 24 July 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS — Pengelolaan anggaran pembangunan jaringan irigasi tanah dan rehabilitasi jaringan irigasi pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung tahun anggaran 2025 kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, ditemukan indikasi kuat adanya dugaan korupsi pada sejumlah proyek kedeputian sarana prasarana pengairan, khususnya pembangunan perkuatan tebing sungai (bronjong) di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Dugaan penyelewengan ini mencuat ke publik setelah adanya rangkaian investigasi lapangan, observasi mendalam, serta wawancara langsung dengan beberapa narasumber.Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga paket pekerjaan raksasa di Kecamatan Kelumbayan yang terindikasi tidak sesuai spesifikasi dan diduga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Ketiga proyek tersebut meliputi:

* Perkuatan Tebing Sungai Way Paku I (Pekon Paku, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus) dengan nilai anggaran Rp5.700.000.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

* Perkuatan Tebing Sungai Way Paku II (Pekon Paku, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus) dengan nilai anggaran Rp6.900.000.000.

* Perkuatan Tebing Sungai Pekon Napal (Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus) dengan nilai anggaran Rp3.000.000.000.

Total anggaran yang dikucurkan untuk ketiga proyek fisik di satu kecamatan ini mencapai Rp15,6 miliar. Angka yang sangat fantastis untuk pembangunan infrastruktur penahan tebing sungai.

Dari hasil pantauan tim investigasi di lapangan, pengerjaan struktur bronjong penahan tebing tersebut disinyalir sarat akan manipulasi volume dan pengurangan kualitas material. Beberapa narasumber lokal menyebutkan bahwa kekuatan fisik bangunan diragukan karena diduga keras tidak mengikuti standar teknis yang ditetapkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim investigasi menemukan kondisi struktur bronjong yang sangat memprihatinkan. Kawat anyamannya telah berkarat dan banyak yang putus hingga membuat batu-batu di dalamnya berhamburan. Tak hanya kualitas kawat yang terkesan asal-asalan, penggunaan material berupa batu bulat di lokasi tersebut juga terbukti menyalahi spesifikasi standar pengerjaan.

Infrastruktur yang dibiayai oleh uang rakyat ini seharusnya berfungsi untuk melindungi pemukiman warga dari erosi dan banjir, bukan justru dijadikan ladang keuntungan pribadi bagi oknum-oknum tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PSDA Provinsi Lampung belum memberikan jawaban resmi atas konfirmasi yang dilayangkan mengenai dugaan penyimpangan anggaran tahun 2025 tersebut.(TIM/RED)

Berita Terkait

Fee Proyek 20% Dinas PSDA Lampung, Sebabkan Bobroknya Pembangunan Bronjong 15,6 Miliar?
GRAK: Klarifikasi RSUD Batin Mangunang Hanyalah Rekayasa Kata! Upaya Tutupi Kekacauan Anggaran & Penyimpangan!
Dugaan Korupsi Dana BOS Mengintai SMA Negeri 1 Air Naningan, Anggaran Ratusan Juta Dipertanyakan
Korupsi Dana Operasional MIN 1 Tanggamus Capai Ratusan Juta Rupiah
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 09:49 WIB

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025

Wednesday, 15 July 2026 - 11:17 WIB

Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam

Thursday, 2 July 2026 - 11:05 WIB

APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan

Tuesday, 16 June 2026 - 07:34 WIB

Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan

Wednesday, 4 March 2026 - 06:31 WIB

Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?

Friday, 20 February 2026 - 03:44 WIB

Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa

Wednesday, 18 February 2026 - 04:58 WIB

Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru