Diduga Ada Kejanggalan, Penumpang Maxim Mengaku Dibawa Berputar hingga Magrib di Kawasan Sawit Natar

Avatar photo

- Editor

Monday, 13 July 2026 - 02:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Lampung Selatan – Sebuah peristiwa yang diduga mengarah pada tindakan membahayakan keselamatan penumpang dialami oleh satu keluarga saat menggunakan jasa transportasi online yang diduga dilakukan oleh seorang oknum pengemudi Maxim.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga kepada awak media, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka memesan kendaraan dengan tujuan menuju kawasan Pemandian Air Panas Cisarua.

Namun, sejak awal perjalanan, keluarga korban mulai merasa curiga karena aplikasi navigasi (GPS/maps) pada telepon seluler pengemudi disebut telah dimatikan. Saat ditanya, pengemudi diduga hanya menjawab bahwa dirinya telah memahami rute perjalanan tanpa perlu mengikuti navigasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih menuju lokasi tujuan, kendaraan justru diduga berulang kali berputar di kawasan perkebunan sawit wilayah Natar hingga menjelang waktu Magrib. Pihak keluarga mengaku telah beberapa kali menunjukkan arah yang benar kepada pengemudi, namun tidak dihiraukan.

“Abang saya sudah berkali-kali meminta agar kendaraan berhenti dan menurunkan kami, tetapi permintaan itu tidak digubris,” ungkap salah seorang anggota keluarga korban.

Yang membuat keluarga semakin ketakutan, menurut pengakuan mereka, selama perjalanan pengemudi diduga beberapa kali membunyikan klakson dan memberikan isyarat kepada sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi.

Merasa situasi semakin tidak aman, salah seorang anggota keluarga akhirnya memberanikan diri meminta turun dari kendaraan. Namun, mereka justru mengaku diturunkan di tengah kawasan perkebunan sawit yang minim penerangan dan jauh dari permukiman warga saat hari mulai gelap.

“Kami benar-benar panik. Sudah Magrib, lokasinya sepi, jauh dari rumah warga. Kami tidak tahu apa tujuan pengemudi membawa kami berputar-putar seperti itu,” ujar pihak keluarga.

Keluarga korban menduga tindakan tersebut bukan sekadar kesalahan arah, melainkan patut diduga sebagai tindakan yang membahayakan keselamatan penumpang. Mereka berharap pihak perusahaan transportasi online maupun aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Pihak keluarga juga menyebut kendaraan yang digunakan diduga berpelat nomor BK 1280 AFA, dan meminta agar identitas serta rekam perjalanan pengemudi tersebut ditelusuri melalui data aplikasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pew
ngemudi maupun dari perusahaan Maxim terkait peristiwa tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak-pihak terkait ingin memberikan penjelasan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red)

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kolom Abu Hitam Membubung Setinggi 200 Meter
Dugaan Korupsi Mengintai Proyek Kesehatan Lampung Selatan, Hasil Pekerjaan Dipertanyakan
Kambing Naik Kelas, Sapi Jadi Sultan :Jejak Dugaan Mark’Up Disnakkes Lamsel
Anggaran Membengkak di Tengah Seruan Efisiensi, Sekretariat DPRD Lampung Selatan Disorot
TANGGAP BENCANA DINI: PLN NP UP Sebalang Keruk Sedimentasi Sungai, Lindungi Dua Dusun dari Ancaman Banjir
Kejari Lamsel Terima Pelimpahan Perkara Korupsi Lahan Kemenag dari Kejati Lampung
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 09:49 WIB

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025

Wednesday, 15 July 2026 - 11:17 WIB

Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam

Thursday, 2 July 2026 - 11:05 WIB

APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan

Tuesday, 16 June 2026 - 07:34 WIB

Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan

Wednesday, 4 March 2026 - 06:31 WIB

Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?

Friday, 20 February 2026 - 03:44 WIB

Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa

Wednesday, 18 February 2026 - 04:58 WIB

Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru