Bungkam di Tengah Sorotan, Anggaran Rp9,1 Miliar BPMP Lampung Kian Dipertanyakan

Avatar photo

- Editor

Wednesday, 7 January 2026 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung- Keheningan BPMP Provinsi Lampung kian menajamkan tanda tanya publik. Di tengah sorotan atas belanja perjalanan dinas dan paket meeting luar kota Rp9,1 miliar Tahun Anggaran 2025, tidak satu pun klarifikasi disampaikan, meski surat konfirmasi resmi telah dilayangkan oleh Tim Kojak (Koalisi Jurnalis dan aktivis Anti Korupsi).

Alih-alih memberikan penjelasan terbuka, institusi yang seharusnya menjadi garda depan penjaminan mutu pendidikan ini justru memilih diam. Sikap tersebut memperkuat dugaan bahwa pengelolaan anggaran miliaran rupiah di BPMP Lampung menyimpan persoalan yang belum sepenuhnya terungkap ke ruang publik.

Surat konfirmasi yang dikirim Kojak berisi permintaan penjelasan terkait dasar perencanaan anggaran, urgensi kegiatan perjalanan dinas, hingga mekanisme pelaksanaan meeting luar kota. Namun hingga berita pertama diturunkan, tidak ada jawaban, tidak ada hak jawab, dan tidak ada klarifikasi resmi dari pihak BPMP Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks pengelolaan keuangan negara, keheningan semacam ini justru memantik tekanan publik yang lebih besar. Sebab, setiap rupiah yang bersumber dari APBN bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan amanah yang wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Padahal, hak jawab bukan sekadar formalitas. Ia adalah instrumen etik untuk menjaga keseimbangan informasi. Ketika ruang tersebut dibiarkan kosong, publik wajar menilai bahwa persoalan anggaran ini bukan isu sepele, melainkan masalah serius yang sengaja dihindari.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun Tim Kojak menunjukkan adanya pola klasik penghabisan anggaran kegiatan berulang dengan nama berbeda, lokasi rapat di hotel-hotel luar kota, durasi yang diperpanjang, serta peserta yang membengkak tanpa indikator keluaran yang jelas. Pola ini bukan baru dalam birokrasi, namun selalu berakhir sama menjadi pintu masuk penyelidikan aparat penegak hukum.

Lebih mengkhawatirkan, dugaan perjalanan dinas fiktif dan mark-up biaya meeting bukan lagi isu internal, melainkan telah menjadi perbincangan lintas sektor. Sejumlah pihak menilai, jika benar terjadi tumpang tindih pembiayaan dan manipulasi laporan pertanggungjawaban, maka persoalan ini telah melampaui pelanggaran administratif dan berpotensi masuk ranah pidana korupsi.

Instruksi Presiden tentang Efisiensi Belanja Tahun 2025 seolah kehilangan makna ketika di level pelaksana justru dijawab dengan pembengkakan anggaran perjalanan dan rapat hotel. Jika efisiensi hanya berhenti di pidato dan surat edaran, sementara praktik di lapangan berjalan sebaliknya, maka yang dikorbankan bukan hanya uang negara, tetapi juga kepercayaan publik.

BPMP Lampung kini berada di persimpangan. Terus bungkam berarti membiarkan kecurigaan tumbuh liar. Bersuara dan membuka data justru menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan kredibilitas. Sebab dalam pengelolaan keuangan negara, transparansi bukan pilihan, ia adalah kewajiban.

Tim Kojak menegaskan, sikap diam tidak akan menghentikan penelusuran. Publik berhak tahu bagaimana Rp9,1 miliar uang negara dibelanjakan, untuk siapa, dan apa manfaat nyatanya bagi mutu pendidikan di Lampung.

Jika klarifikasi tak kunjung datang, maka wajar bila pertanyaan publik berkembangmenjadi tuntutan siapa yang bertanggung jawab, dan sejauh mana negara harus turun tangan? (Tim/Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Mengintai Proyek Kesehatan Lampung Selatan, Hasil Pekerjaan Dipertanyakan
PLH Kepala DLH Kota Bandarlampung “Puasa Bicara”, Limbah Lindi TPA Bakung Bebas Berkeliaran
Arinal Djunaidi Ditahan Kejati Lampung Terkait Kasus Korupsi PT LEB
Limbah Lindi TPA Bakung Mengalir Bebas, Ancam Sungai hingga Teluk Lampung
Kambing Naik Kelas, Sapi Jadi Sultan :Jejak Dugaan Mark’Up Disnakkes Lamsel
Anggaran Membengkak di Tengah Seruan Efisiensi, Sekretariat DPRD Lampung Selatan Disorot
Perisai Diri Lampung Perkuat Silaturahmi Ramadhan Lewat Buka Bersama dan Berbagi Takjil
Perisai Diri Lampung Perkuat Silaturahmi Ramadhan Lewat Buka Bersama dan Berbagi Takjil
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Thursday, 30 April 2026 - 13:48 WIB

Dugaan Korupsi Mengintai Proyek Kesehatan Lampung Selatan, Hasil Pekerjaan Dipertanyakan

Monday, 20 April 2026 - 03:33 WIB

Anggaran Membengkak di Tengah Seruan Efisiensi, Sekretariat DPRD Lampung Selatan Disorot

Friday, 24 October 2025 - 07:09 WIB

TANGGAP BENCANA DINI: PLN NP UP Sebalang Keruk Sedimentasi Sungai, Lindungi Dua Dusun dari Ancaman Banjir

Tuesday, 21 October 2025 - 02:11 WIB

Kejari Lamsel Terima Pelimpahan Perkara Korupsi Lahan Kemenag dari Kejati Lampung

Berita Terbaru