Iksamenan Ponpes Sabilul Muhtadin, Tradisi Ilmu dan Haru

- Editor

Monday, 20 April 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN, Sinang.ID – Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin yang berada di Kampung Kali Pojok, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, kembali menggelar perhelatan besar bertajuk Iksamenan, Ahad, 19 April 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Iksamenan bukan hanya menjadi agenda tahunan pesantren, tetapi juga menjadi simbol kesungguhan para santri dalam menuntut ilmu agama serta bentuk pertanggungjawaban pendidikan kepada masyarakat.

Sejak pagi, para santri tampil satu per satu di hadapan para pengasuh pondok, wali santri, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Mereka menunjukkan hasil belajar dengan melakukan setoran hafalan berbagai kitab dasar Islam yang selama ini dipelajari di lingkungan pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kitab-kitab tersebut meliputi Aqidatul AwamSafinatun NajahMukhtarul AhaditsNadzom Imrithi, hingga Nadzom Maqshud. Hafalan tersebut menjadi bukti nyata dari proses panjang pembelajaran yang dijalani para santri setiap hari.

Bukan Sekadar Tradisi Tahunan

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin, Ustadz M. Sapri, menegaskan bahwa Iksamenan bukan sekadar seremoni rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam, yakni sebagai bentuk komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, beradab, dan memiliki akhlak mulia.

Ia menjelaskan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan agama harus tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak kita,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari adab, akhlak, serta manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Santunan Yatim Menjadi Puncak Haru

Suasana semakin menyentuh ketika acara memasuki puncaknya pada pukul 15.00 WIB. Dalam momen tersebut, pesantren menggelar prosesi santunan kepada anak yatim, yang menjadi bagian penting dari rangkaian Iksamenan tahun ini.

Kehangatan dan rasa syukur terasa begitu kuat di tengah para hadirin. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren tidak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Putri Amalia menyampaikan pesan mendalam kepada para orang tua yang hadir. Ia mengingatkan pentingnya menjadikan pendidikan agama sebagai prioritas utama bagi anak-anak, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, dunia saat ini menghadirkan banyak ujian moral dan sosial. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Dukungan Tokoh Masyarakat

Kegiatan ini juga mendapat perhatian besar dari pemerintah setempat, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pesantren masih menjadi pusat penting dalam pembangunan moral masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Zeffry, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai Iksamenan menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan antara para kyai, guru ngaji, dan para santri.

“Kami sangat bangga dan menyambut baik kegiatan ini. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat jejaring antara para kyai, guru ngaji, dan santri. Buah dari ketekunan mengaji para santri tidak hanya dirasakan oleh orang tua, tetapi juga memberi manfaat besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren seperti Sabilul Muhtadin sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun generasi masa depan yang berkarakter kuat.

Pesantren Tetap Menjadi Oase Masyarakat

Iksamenan tahun 2026 menjadi bukti bahwa tradisi pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ketika banyak tantangan sosial terus bermunculan, pesantren hadir sebagai ruang pembinaan karakter dan akhlak.

Dengan semangat belajar, berbagi, dan pengabdian, Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlakul karimah.

Lebih dari sekadar ujian hafalan, Iksamenan menjadi cermin bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai agama masih menjadi harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Tradisi ini tidak hanya menjaga warisan keilmuan Islam, tetapi juga memperkuat fondasi moral generasi muda untuk masa depan yang lebih baik. (Usm/NdH)

Berita Terkait

Biosolar B50 Resmi Didistribusikan ke Seluruh SPBU di Lampung, Pasokan BBM Ikut Meningkat
Soal Pengisian Biosolar Dump Truck di SPBU COCO KM 163A, Ini Kata Pertamina
Pasokan BBM dan LPG Lampung Dipastikan Aman
Cek Lapangan, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Tanggamus Cukup
Terima BOS Milyaran Rupiah, SMA Negeri 1 Kebun Tebu Masuk Dalam Pusaran Dugaan Korupsi dan Penggunaan Buku LKS 
Apresiasi Kejati Lampung, Ketua DPW PGK Dorong Sinergi Kejari di Seluruh Daerah
Ucapan Hari Pahlawan BPMP PROVINSI Lampung
Niat Baik yang Salah Alamat, Stabilitas Kota Bandar Lampung yang Berbau Limbah Lindi
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 09:49 WIB

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025

Wednesday, 15 July 2026 - 11:17 WIB

Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam

Thursday, 2 July 2026 - 11:05 WIB

APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan

Tuesday, 16 June 2026 - 07:34 WIB

Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan

Wednesday, 4 March 2026 - 06:31 WIB

Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?

Friday, 20 February 2026 - 03:44 WIB

Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa

Wednesday, 18 February 2026 - 04:58 WIB

Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru