Anggaran Membengkak di Tengah Seruan Efisiensi, Sekretariat DPRD Lampung Selatan Disorot

Avatar photo

- Editor

Monday, 20 April 2026 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lamsel-Di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, fakta berbeda justru terpantau di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan. Alih-alih menyusut, sejumlah pos belanja operasional justru menggelembung dengan pola yang memunculkan dugaan kuat praktik mark-up dan pemborosan sistematis.

Data yang dihimpun menunjukkan, pada tahun anggaran 2025, belanja alat tulis kantor (ATK) mencapai Rp873.338.550. Angka ini belum termasuk belanja kertas dan cover sebesar Rp151.036.000, serta bahan komputer Rp111.175.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika ditotal, hanya untuk kebutuhan administrasi dasar, anggaran menembus lebih dari Rp1,1 miliar dalam satu tahun.

Di saat instansi pemerintah didorong beralih ke sistem elektronik, lonjakan anggaran kertas dan perlengkapan kantor justru menjadi ironi. Sejumlah sumber menyebut, kebutuhan di lapangan tidak sebanding dengan besaran anggaran yang dicairkan.

“Pemakaian tidak sebanyak itu. Kalau melihat angkanya, sangat tidak wajar,” ungkap salah satu narasumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Indikasi serupa muncul pada belanja perabot kantor senilai Rp147 juta. Tanpa adanya pembangunan atau pengadaan besar yang terlihat signifikan, angka tersebut dinilai membuka ruang dugaan penggelembungan harga.

Namun yang paling mencolok adalah pos makan dan minum.

Pada 2025, anggaran jamuan tamu mencapai Rp445 juta, sementara makan minum rapat Rp317 juta. Totalnya hampir menyentuh Rp800 juta hanya untuk konsumsi. Memasuki 2026, bukannya menurun, anggaran justru naik. Jamuan tamu meningkat menjadi Rp491 juta, dan makan minum rapat melonjak hingga Rp393 juta.

Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan nasional yang justru menekan belanja operasional. Pola ini memunculkan dugaan klasik dalam praktik korupsi anggaran.

Dari hasil penelusuran, konsumsi yang disajikan dalam berbagai kegiatan disebut tidak mencerminkan nilai anggaran yang dikeluarkan. Dugaan mark-up pun menguat. “Kalau dihitung per porsi, angkanya bisa sangat tinggi. Tapi realitanya, sajian di lapangan biasa saja,” kata sumber lainnya.

Tak kalah janggal, belanja listrik tercatat stagnan di angka Rp240 juta pada 2025 dan kembali muncul dengan nilai yang sama pada 2026.

Di tengah dorongan efisiensi energi dan tidak adanya lonjakan aktivitas signifikan, angka tersebut menimbulkan pertanyaan. Jika seluruh pos dijumlahkan, total belanja operasional dalam dua tahun mencapai miliaran rupiah dengan pola yang berulang besar di angka, minim transparansi di realisasi.

Dugaan yang mencuat bukan sekadar soal pemborosan, melainkan potensi praktik korupsi yang terstruktur mulai dari perencanaan anggaran hingga realisasi di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan anggaran tersebut. (Tim/Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Diduga Ada Kejanggalan, Penumpang Maxim Mengaku Dibawa Berputar hingga Magrib di Kawasan Sawit Natar
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kolom Abu Hitam Membubung Setinggi 200 Meter
Dugaan Korupsi Mengintai Proyek Kesehatan Lampung Selatan, Hasil Pekerjaan Dipertanyakan
Kambing Naik Kelas, Sapi Jadi Sultan :Jejak Dugaan Mark’Up Disnakkes Lamsel
TANGGAP BENCANA DINI: PLN NP UP Sebalang Keruk Sedimentasi Sungai, Lindungi Dua Dusun dari Ancaman Banjir
Kejari Lamsel Terima Pelimpahan Perkara Korupsi Lahan Kemenag dari Kejati Lampung
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Friday, 31 July 2026 - 09:49 WIB

Lambar ‘Sarang Koruptor’? GEMAK Minta Kejati Turun Tangan Usut Pusaran Korupsi APBD Lambar 2025

Wednesday, 15 July 2026 - 11:17 WIB

Parosil Kecolongan. Anggaran BAPPEDA Lampung Barat Terindikasi Korupsi, PLT Kepala Bappeda dan Sekda Bungkam

Thursday, 2 July 2026 - 11:05 WIB

APBD Dijarah Lewat Kertas? Belanja Fotokopi, ATK, dan Nasi Kotak BAPPEDA Lampung Barat Jadi Sorotan

Tuesday, 16 June 2026 - 07:34 WIB

Aroma Dugaan Penyimpangan di SMA Negeri 2 Liwa: Dana BOS dan LKS Jadi Sorotan

Wednesday, 4 March 2026 - 06:31 WIB

Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukau, Dana Bos Rp 459 Juta Menguap?

Friday, 20 February 2026 - 03:44 WIB

Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Liwa

Wednesday, 18 February 2026 - 04:58 WIB

Dinas PUPR Lampung Barat Akan Dilaporkan Kejati Lampung Atas Dugaan Monopoli Proyek

Thursday, 12 February 2026 - 11:31 WIB

Jeritan dari Sekolah yang Rapuh, GEMAK Lampung Desak Pengusutan Dugaan Korupsi BOS Lambar

Berita Terbaru